Rabu, 04 Desember 2013

RIP Paul Walker

Hari minggu kemarin sekitar jam 3 sore, ponakan gue whatsapp-in gue bilang,

"Cani, udah tau Paul Walker meninggal?'

Gue yang baru bangun tidur siang langsung syok. Buru-buru gue buka internet, cari info. Gak sempet bales pesannya lagi.

Seharian itu emang gue lagi gak online. Tapi malam sebelumnya gue lihat-lihat foto Paul Walker di akun Instagramnya, lihat komentar orang-orang di setiap foto. Bahkan gue juga browsing video dia di Youtube. 

Gue langsung buka timeline Paul Walker di twitter, fanpage di facebook. Dan akun tersebut nulis, memang benar bahwa Paul Walker meninggal karena kecelakaan mobil. Di situ ditulis bahwa Paul bersama temannya mengalami kecelakaan setelah mereka mengadakan acara penggalangan dana untuk korban angin topan di Filipina. Abis itu gue googling dan baca berita serta nonton video yang ada. Duuh... Mau nangis gue lihatnya. Kok tragis banget meninggalnya :((

Emang sih sepertinya hobi kebut-kebutan bukan cuma perannya di film, di kehidupan sehari-hari dia juga suka banget sama mobil balap, balapan itu sendiri (setidaknya itu yang gue tau sebagai penggemar) tetapi gak nyangka kalau dia bakal 'pergi' melalui hobinya itu.

Dari sore itu, semakin gue googling, semakin pusing gue. Kalau dari berita yang ada, kecelakaannya hebat banget, sampai mobil Porsche yang dikendarai oleh temennya terbakar dan meledak karena menabrak pohon dan tiang. Dan yang paling bikin gue sedih dan nangis (sumpah, gue gak bisa nahan untuk tidak menitikkan air mata), dia dan temennya terbakar di dalam mobil sport mahal milik temannya. Sampai-sampai polisi harus menunda pemeriksaan forensik karena jenazah sulit untuk diindetifikasi dan membutuhkan catatan gigi geliginya.

Hadeeeh... nyesek banget ngebayanginnya. Mayat terbakar sampai sulit untuk dikenali itu sesuatu yang sangat menyedihkan untuk dilihat.

Gue jadi inget waktu kerusuhan di Jakarta tahun 1998, dimana ada sebagian orang menjarah sebuah mall tetapi mall itu terbakar (atau dibakar gue juga gak tau) dan orang-orang di dalamnya gak bisa keluar, tewas terpanggang sampai api dapat dipadamkan. Gue sempet lihat beberapa jenazah yang dibawa ke RSCM. Sebagai anak baru di kedokteran gigi, melihat jenazah-jenazah yang terbakar itu bener-bener bikin trauma. Butuh waktu untuk akhirnya gue bisa melupakan. Makanya gue stress banget ngebayangin apa yang terjadi sama Paul Walker ini.

Apalagi menurut wawancara yang gue liat, berita yang gue baca belakangan, Paul ini mulai deket sama anak perempuan yang dulu tinggal bareng sama mantan pacarnya. Anaknya tinggal sama dia sekarang dan ada di acara amal yang diadain gak jauh dari kejadian. Sulit buat gue ngebayangin perasaan anaknya. Anaknya baru beranjak dewasa, baru deket sama bapaknya tetapi sekarang jadi anak yatim. Paul sempet bilang di salah satu wawancara kalau dia sempet berpikir untuk pensiun dari akting karena dia mau mengurus anaknya tetapi anaknya minta dia tetap aktif di film biar mereka bisa jalan-jalan. Mungkin anaknya ini suka nyamperin Paul ke lokasi shooting kali ya, jadi sekalian jalan-jalan.

Tuuh...gimana gue gak menitikkan air mata coba?!

Sebetulnya kadar kesukaan gue sama Paul Walker dibandingkan sama NKOTB agak jauh lah. Tapi dia salah satu aktor favorit gue. Alasan kenapa gue suka sama dia banyak tetapi akting mungkin masuk alasan kesekian. Bukan gue bilang akting dia jelek, cuma kan  masih banyak aktor yang aktingnya lebih bagus di Hollywood sono. Paul bukan tipe aktor yang sering dapat peran nyeleneh, misalnya yang tiba-tiba jadi kurus banget atau gendut di sebuah film. Filmnya juga ga terlalu banyak dan gak selalu jadi block buster. Gue rasa dia juga bukan A-lister di sana. Terbukti berita dia di media gak banyak dan gak terlalu dikejar-kejar sama paparazzi. Susah banget kalo googling tentang dia, beritanya agak gak 'up to date'. 

Jadi alesan gue suka sama dia pertama yaa karena ganteng!

Yes, as simple as that :D

Selain ganteng juga keren pastinya. Gue udah lama suka lihat gayanya sejak film She's All That dan Varsity Blues. Paul memang bukan bintang utama sih di film-film itu, tapi itulah yang gue suka. Gue memang cenderung suka sama pemeran pembantu hehe. Lebih menarik buat gue. Menurut gue dia itu tipikal cowok ganteng Amerika kebanyakan, badan atletis (gak kurus gak gede berotot banget), rambung pirang, mata biru, senyum menggoda, gigi lumayan rapi. Tapi entah kenapa justru yang kayanya 'umum' ini terlihat lebih 'mudah digapai' (yakali deehh :p). Plus suaranya, sumpah ya, I love his deep voice. Apalagi kalau ketawa..

Huaaaa *melted*

Bisa senyum-senyum sendirian gue lihatnya hehe.. To be honest, there was a time in my life (a very short time) I was like.. mentally dating him because I fell in love with the way he laughed...

Wakakak...stress gak sih gue? But it happened actually ;p

Saking seringnya gue browsing dia di Youtube, gue sampai tahu kebiasaan dia, suka mengedipkan matanya sebelah kalau udah heboh cerita sambil ketawa. Gue rasa bukan karena genit tapi emang otot matanya aja.

Waktu The Fast and The Furios keluar pertama kali, sementara temen gue suka Dominic Toretto (Vin Diesel) yang dianggap lebih macho, Officer Brian O'conner was definitely my idol deh. Paul pas banget meranin opsir O'conner ini. Sampe gue nonton 3 kali di bioskop dulu hehe

Paul juga (sepertinya) humble, down to earth, more laid back lah menurut gue. Setidaknya kesan itu gue dapet kalau lihat dia diwawancara. Cara jawab wawancara dia lebih lugas. Gak kaya kebanyakan seleb lain yang jawabnya diplomatis banget.

Walaupun beberapa kalimat dia kurang 'halus' saat diwawancara.  Itu efek jarang diwawancara atau 'be himself' gue juga kurang tau. Tapi keduanya bisa nunjukin kalau dia emang gak terlalu suka publisitas seperti yang dia bilang dan dia menjawab apa adanya seperti dia ngomong sehari-hari aja.

Paul Walker juga punya badan amal buat menolong korban bencana alam. Namanya ROWW. Dia terjung langsung bantu korban bencana alam. Jadi gak cuma ngasih donasi atau dipakai namanya. Dia juga pernah bantu Indonesia waktu terjadi tsunami. Kata dia tsunami itu 'devastating' banget. Walaupun gempa atau bencana alam lainnya sama menyedihkannya, tetapi setelah semua selesai, masih ada 'evidence' yang tersisa di situ, walau barangkali hancur lebur. Kalau tsunami, habis tersapu, tidak ada yang tersisa.

Jarang-jarang artis begini bukan? Dia gak takut kelihatan jelek kayanya. Tau sendiri kan, kalau bantu korban bencana alam, mana bisa rapi, lah wong dia kudu ngegergaji pohon yang melintang, bantu bangun tenda, dapur umum, sampai ikutan kursus jadi paramedik segala kalo gue gak salah. Sebetulnya Paul mau gimana juga tetep kelihatan ganteng dan keren (setidaknya di mata gue ;p) walaupun mungkin gak mandi, gak cukuran di lokasi bencana.

Paul juga ternyata sering ke Indonesia karena dia suka surfing, diving, snorkeling di sini. Bahkan dia katanya punya rumah di pedalaman. Jadi ikatannya sama Indonesia agak kuat. Seperti yang dia bilang di twitter saat merespon salah satu tweet fan-nya.


Nah, gimana gue gak semakin gimana lihat dia cinta sama Indonesia.
Shallow me?? I dont care ;p

Alasan-alasan di atas merupakan sebagian alasan kenapa gue suka sama Paul Walker dan kenapa gue sangat sedih saat dia pergi untuk selamanya, terutama karena dia pergi dengan cara yang tragis. Sebetulnya masih banyak hal lain yang pengen gue tulis di sini, tapi gue yakin yang baca pasti lebih enak googling daripada baca penjelasan gue soal Paul Walker. Di sini gue cuma mau numpahin perasaan yang gue rasakan sekarang aja. Mana tau ada yang senasib sama gue..

RIP Paul Walker. 
You'll be missed



Sabtu, 16 November 2013

Demi Tommy!

Dua minggu ini gue bela-belain ikutan kuis demi Tommy.

Tommy siapa?

Tommy Page sodara-sodara...

He he

Iyes, Tommy Page penyanyi solo yang terkenal tahun 90an dulu. Waktu dia terkenal dulu, gue masih piyik, SD atau SMP gitu deh. Dia itu satu era sama NKOTB, Debbie Gibson, Jason Donovan. Walaupun secara personal gue gak begitu ngefans kaya ke NKOTB, tapi gue suka lagu-lagunya dan punya beberapa kasetnya dulu.

Kabar Tommy Page mau konser ke Indonesia udah tersebar (diumumin tepatnya) sekitar 2 bulan lalu. Pengen banget nonton konsernya kalo harganya masuk 'budget'. Tapi pas dirilis, kok agak mahal ya menurut gue. Secara Tommy Page udah gak aktif lagi di panggung, tiketnya agak terlalu mahal buat gue. Beberapa teman juga berpikiran begitu. 

Jadi seperti biasa, gue nunggu kuis aja. Berharap kalo gak dapat baru beli last minute hihi..

Nah, kuis berhadiah tiket konser Tommy Page pertama digelar sama Kapanlagi.com. Jadi kuisnya itu tinggi-tinggian skor dari pertanyaan yang dikasih di situs Kapanlagi. Kuis berlangsung dari 28 Okt - 13 Nov. Jadi setiap hari gue manteng di kuis itu. Enam skor tertinggi bakal dapat tiket konser Tommy Page. Hari-hari pertama sih skor gue masih ada di 6 besar. Sewaktu mendekati hari H, ternyata yang ikutan semakin banyak dan meningkat gila-gilaan skornya. Tanggung udah ikutan dari awal plus udah ngebanjirin halaman FaceBook gue sama itu kuis, gue pantengin deh, walaupun beberapa kali nama gue terlempar dari 6 besar. Gue gak bisa terus terusan manteng di depan komputer, tapi demi Tommy Page gue bela-belain. Enek, sakit punggung, mual, apalagi bosen, lengkap pokoknya yang gue rasain pas ikutan itu kuis. Segitu aja gue posisi paling buncit, apalagi temen gue yang skornya paling tinggi. 

Tapi yaaa.. demi Tommy :)


It's really tough being a fangirl, but I'm just gonna do it anyway

LOL

Ternyata gak cuma gue doang yang antusias mau nonton Tommy Page, temen-temen gank NKOTB Indonesia pun juga ternyata. Apalagi waktu promotor bilang yang sudah memiliki tiket berhak untuk foto bareng sama Tommy Page saat Meet and Greet berlangsung. Gue denger di salah satu interview Tommy Page dengan salah satu radio di Jakarta bilang kalau MnG itu diadain karena Tommy mau nyanyi beberapa lagu hitsnya buat fans yang gak bisa beli tiket. 

Sweet ga sih?? hehe..

Tapi gak tau juga sih alasan sebenernya, karena Tommy Page ke sini dibawa sama grup media, jadi kayanya itu salah satu bentuk promo juga. Meet and Greet, Dinner plus ngenalin penyanyi lokal yang jadi opening act di setiap acara yang dihadiri Tommy Page. 

Hari Kamis, 14 Nov 2013 gue pergi sama temen-temen ke acara Meet and Greet with Tommy Page di Summarecon Bekasi. Rasanya seneng banget bisa gabung lagi sama #KuraKuraWhiteHorse. Nostalgia ngejar NKOTB tahun lalu, cuma beda bintangnya aja :)

Buat kita ngumpul-ngumpul kaya gini salah satu bentuk 'me time'. Berbagi dengan temen yang sama gilanya kayanya lebih seru. Soal bentuk 'me time' ini gue pernah bahas di sini dulu. Meet & Greet kali ini kita lebih santai karena kadar ngefans kita ga terlalu besar dibandingin ke NKOTB, tapi tetep aja excited. Efeknya kita lebih santai pas ketemu Tommy Page, gak mengeluarkan pertanyaan atau pertanyaan basi kaya dulu ke personil NKOTB ;p


Di acara Meet and Greet, Tommy Page nyanyi 3 lagu. Waktu Tommy Page naik ke atas panggung, ibu langsung merangsek ke depan panggung. Sadis! Sama sadisnya sama ABG. Para ibu-ibu itu (yang di deket gue) cuek ajah dorong-dorong atau ngambil foto dan video dengan kamera atau handphone yang ngedorong kepala orang lain. Kepala gue korbannya. Demi mendapatkan gambar yang lebih jelas, orang di dekat gue, di belakang gue cuek aja ngedorong handphonenya ke kepala gue. Mungkin mereka ketutupan gue kali ya.. tapi tetep aja gak sopan menurut gue. Gue mencoba mengerti, mungkin emang mereka cinta mati banget sama Tommy dulunya, seperti halnya gue ke NKOTB walopun gue tetep gak bisa brutal begitu hehe.

Tommy Page at M&G Event

Pulang acara Meet and Greet kita kesasar di Bekasi. Penyebabnya adalah fly over dari arah Summarecon menuju ke pintu tol barat ditutup. Jadi lah kita muter-muter gak jelas nyari jalan keluar. Belum lagi macet pulang kantor. Lengkap deh kita muter-muter di sekitar situ 2 jam. Mau buka google map, handphone mati semua. Jadi kita cuma ngandelin baca marka jalan dan nanya orang. Bener-bener demi Tommy deh ;)

Hari konsernya, 15 November 2013 kita janjian lagi karena tiket yang kita beli sama, walaupun ada juga yang beli tiket kelas yang berbeda.

Konser mulai jam 8 dengan penyanyi pembuka Citra Idol. Citra ini bawain sekitar 3-4 lagu. Saat Citra nyanyi, sepertinya penonton kurang antusias liat penampilannya. Orang-orang datang dan bayar untuk liat Tommy Page, pujaan hati masa kecil, jadi sulit bagi seorang 'opening act' untuk gak disuruh udahan hihi. Plus Citra ini promo album barunya, jadi orang-orang semakin ga sabaran. Setidaknya itu yang gue liat di bagian tempat gue duduk. Sebetulnya gandeng penyanyi baru atau penyanyi lokal sebagai penyanyi/band pembuka seorang penyanyi atau band asing ide bagus. Tapi bakal gak bagus kalo si penampil asing itu fansnya banyak dan merupakan die-hard fans. Kasian penampil pembukanya. Makan hati cyiinn ;p

Konser dibuka dengan lagu Zillion Kisses yang beat-nya cepet. Menurut gue ini pilihan yang pas. Secara gue juga suka banget sama lagu ini, jadi dipilihnya lagu ini sebagai lagu pembuka pas banget buat naikin mood penonton yang udah keliatan bosen liat penampil pembuka. Lagu ini di-medley sama lagu Turn On The Radio. Nah pas lagu ini temen gue pada histeris, secara ini lagu diciptain sama NKOTB hihi. Saat nyanyi kedua lagu itu, Tommy Page sedikit goyang (joged maksudnya) walaupun terlihat kaku tapi lucu juga liatnya. Tommy ini bilang beberapa kali kalo dia gak bisa joged, apalagi kaya NKOTB. 

Selama konser Tommy sangat komunikatif dengan penonton. Sempet juga dia ngajak Pongky Jikustik naik ke atas panggung. Nah di sesi ini gue bilang basi banget. Keliatan titipan banget sesi ini. Di sesi ini Pongki ngasih kado ke Tommy dan nyanyiin sebait lagu bareng Tommy. Dia bilang kalau dia fan berat Tommy. Please deh, semua yang di situ fans berat Tommy Page kok. Kalo engga mana mau keluar duit buat beli tiket. Walaupun gue dapet tiket gratis tapi kan gue sampe ter-enek-enek ikutan kuisnya. Bukannya gue gak suka Ponki ya, gue suka kok karya-karya dia. Gue juga punya album Jikustik dan gue juga suka projek dia sama Aryo Wahab, Nugie dan Baim, tapi sesi kaya gitu di konser artis asing is BIG NO NO menurut gue. Akan lebih baik kalau dia kasih hadiah itu di luar stage aja. Pasti dia bisa lah hang-out bareng Tommy Page (gue pun yakin mereka udah nongkrong sebelumnya, makanya Tommy manggil dia ke panggung). 

Udah gitu ada lagi nih sesi titipan sebelum lagu I'll be Your Everything. Pasangan yang katanya jadian gara-gara atau pakai lagu itu. Untung itu pasangan gak jadi tampil, kalo engga, makin ribut deh orang-orang di belakang. Mungkin sesi itu semua titipan untuk siaran TV ya? Jadi gak seperti murni konser yang gue liat selama ini. Ada kepentingan rating TV di situ. Gak nyalahin juga sih, secara TV yang bawa Tommy Page ke sini. Cuma menyayangkan ajah ;)



Konser yang berlangsung selama 1,5 jam kayanya gantung buat kita yang suka Tommy Page. Masih ada beberapa lagu hits dia yang gak dibawain. Kaya lagu Whenever You Close Your Eyes. Gue udah yakin banget bakal dibawain itu lagu, secara dulu kan hits banget tuh, eh gak taunya engga. 

Semoga ini langkah awal Tommy Page untuk mulai rekaman lagi sebagai penyanyi dan tur lagi. Semoga kita gak harus nunggu 20 tahun lagi untuk bisa liat konser dia lagi di Indonesia :)







Jumat, 22 Februari 2013

I Left My Heart

Kita semua pasti pernah denger ungkapan;

I left my heart in Sydney

I left my heart in New York

I left my heart in Paris

atau sesuai judul lagu klasik (jaman dulu maksudnya) 'I left my heart in San Franssico' yang dipopulerin sama Toni Bennet.

Nama kota di belakang "I left my heart" bisa diganti dengan nama tempat, kota negara di  mana aja, semua boleh dan sah-sah aja. Setiap tempat, kota, negara pasti punya cerita dan kesan sendiri buat yang ngedatengin sampe seseorang bisa menyatakan bahwa dia meninggalkan hatinya di suatu tempat.

Ungkapan 'I left my heart' ini cukup romantis menurut gue. Kalo kita baca novel-novel romantis (I'm a fan of chicklit and yeah I'm proud of that ;D), seseorang jatuh cinta dan sampai meninggalkan hatinya di suatu tempat atau kota pasti karena ada kisah romantis di sana. Ketemu cowok keren selama liburan dan menjalin hubungan singkat yang seru sudah pasti akan membekas di hati. Mungkin rasa yang ada saat itu bukan cinta tapi paling gak ada rasa naksir-naksiran (crush) yang bikin hati berbunga-bunga, muka terlihat sumringah dan gak mau pulang cepet.

Jadi selama ini gue yakin, ungkapan "I left my heart in ..... " pasti berhubungan dengan seseorang, sampai gue ngalamin sendiri.

Did I meet someone on my holiday back then? No... (well, hopefully someday ;p)

Gue baru ngalamin kebenaran ungkapan itu waktu gue liburan di Sydney. Mungkin banyak faktor yang buat gue ngerasa I left my heart in Sydney, but meeting someone was not one of them. I wish I could have met someone there, unfortunately I didn't. Selama gue di sana, yang terlihat menarik saat itu para papa keren lagi gedong anaknya atau lagi dorong stroller atau para pria penyuka sesama jenis (seemed my gaydar didn't work well ;p).

Sekalinya dipuji 'Beautiful scarf' sama cowok yang sumpah ganteng banget sampe gue ge er setengah mati, gak taunya dese gay. Salah gue juga sih, denger kata 'beautiful' udah ge er duluan. Pas gue telaah kemudian, kok scarf gue yang dibilang beautiful. "Something is wrong here", I thought that time. Eh bener ajah, gak lama kemudian pasangan (I assumed) datang dan mereka ciuman.

Darn! Salah bo'... Mamam tuh ge er ;p

Gimana kondisi Sydney pasti udah banyak yang tau. Banyak blog, situs atau buku yang bisa dibaca kalo mau tau seperti apa kota itu. Jatuh cinta sama Sydney karena kondisi kotanya sudah pasti salah satu faktor yang bikin I left my heart in Sydney. Tapi gue pikir yang bikin gue cinta kota itu adalah, selain emang Sydney itu kota impian gue dari jaman piyik, kesendirian saat jalan-jalan di sana lah salah faktor penyebab lainnya.

Saat gue jalan-jalan keliling kota sendiri tanpa tujuan yang pasti, membiarkan kemana kaki melangkah sambil menikmati pemandangan yang ada adalah hal berkesan buat gue walaupun tanpa bertemu seseorang dengan kisah romantis yang memperlengkap cerita. Gue melihat banyak hal yang gak gue temukan di sini. Mencoba berinteraksi dengan orang lain dalam bahasa mereka menjadi pengalaman sendiri buat gue. Seperti waktu gue belanja ke pasar beli sayur dan buah-buahan, udah pake nanya pake Bahasa Inggris, eh yang jual jawab "Satu dollar, Kak." Laah.. Indonesia  Indonesia keneh... hehe. Atau pas jalan-jalan ke daerah country, beli teh di McDonald, susah banget bikin pelayannya ngerti kalo gue bilang 'tea'. Perasaan kalo di city, pelayan di resto ngerti-ngerti aja gue minta 'tea'. Setelah gue ulang beberapa kali, akhirnya dia ngerti maksud gue dan nyebutin kata 'tea' dengan logat yang beda banget sama orang-orang Australia lainnya yang gue denger di city.

Kejadian-kejadian sederhana yang kaya begitu cukup membekas di hati gue. Perbedaan budaya, bahasa yang buat gue merasa excited dan lebih belajar menghormati perbedaan yang ada. Kalo kata almarhum bokap gue dalam bahasa Minang "Di ma bumi dipijak, di sinan langit dijunjuang" yang artinya "Dimana bumi dipijak, di sana langit dijunjung". Bener-bener gak salah deh omongan orang tua ;)

Pernah denger ungkapan  kalau kita minum atau buang air di suatu kota/tempat, kemungkinan besar kita pasti balik ke sana? Percaya gak percaya, gue pengen percaya hal itu. Jadi gue lakukan juga hehehe (shallow me). Pas gue gak sengaja jatuhin kamera di Darling Harbour, gue berasa apes banget. Baru nyampe masa' udah pake ngilangin kamera. Emang sih kamera poket biasa, tapi tetep aja berasa sial. Karena mau gak mau gue harus beli kamera lagi, which is mahalan di sana daripada di marih. Tapi Om gue membesarkan hati, "Itu artinya kamu emang harus balik lagi ke sini" Aaahh.. pengen banget gue percaya itu. Tapi rasanya gak mustahil yaaa.. secara gue udah meninggalkan jejak :p

Setahun pulang dari sana baru gue setuju sama ungkapan 'I left my heart.....' ini. Gue tiba-tiba kangen dengan aktivitas, 'kesendirian' seperti di sana. Gak harus ada kisah romantis di baliknya, sendiri pun akan terasa romantis dan meninggalkan sebagian hati gue di sana. Secara gue orang rumahan yang 'get homesick easily, pengalaman ini benar-benar membuka mata gue. Gue baru paham kenapa orang-orang suka traveling, mungkin mereka mengalami apa yang gue rasakan.

Sekarang gue pengen banget meninggalkan kepingan hati di banyak tempat, gak cuma di Sydney. Merasakan kisah seru di tempat lain dengan kultur yang berbeda dari yang pernah gue alamin sebelumnya, sukur-sukur meet someone hahaha ;)

Semoga tercapai. Amiiin :)











Sabtu, 09 Februari 2013

REMIX (I LIKE THE) VIDEO CLIP

Jumat, 8 Februari kemarin, NKOTB merilis video klip lirik resmi untuk single terbaru mereka yang berjudul REMIX (I like The). Sebelumnya beberapa minggu lalu, pihak NKOTB meminta para penggemar untuk mengirim foto mereka dengan tema Old and New You. Memang ini bukan video klip 'beneran' mereka, cuma lirik saja, tetapi hasilnya keren juga (menurut gue). Gue suka konsep mereka yang melibatkan penggemarnya dalam video klip ini. Dengan begini, menurut gue, penggemar semakin merasa 'dihargai'. Ide video klip ini sesuai dengan tema lagu itu sendiri, 'Old and New You'. Gue gak terlalu inget penyanyi mana ajah yang mengikutsertakan para penggemarnya dalam video klip, yang gue inget cuma Kelly Clarkson buat lagu Stronger. So.. It's refreshing! Video klip ini juga menurut gue merupakan gambaran perjalanan kecintaan fans NKOTB, dari ABG sampai sekarang mereka sudah menjadi 'mature women'. We grew up with them and their songs :)

Gue suka sama lagu ini walaupun awalnya gak nyangka musik yang kaya begini yang bakal diluncurkan sama NKOTB. Albumnya sendiri baru akan dirilis 2 April 2013 di Amerika sana. Gak tau butuh berapa lama untuk bisa dibeli di sini (tanpa harus beli online di luar negeri). Jadi sebelum beli albumnya, mari kita nikmati dulu single terbaru mereka :) 

Jumat, 01 Februari 2013

My 2012 Journey (Part 2)

Kuartal kedua di tahun 2012 yang gue alami adalah 'All About My Teenage Dream'

Setelah pulang dari Australia, gue kembali kehidupan rutin. Kembali berkutat dengan gigi dan mulut orang. Gue bahagia banget sama liburan gue di Sydney tetapi gue juga kangen sama pekerjaan gue. Pekerjaan gue mungkin belom bisa bikin gue kaya (seperti yang diduga orang-orang tentang profesi yang gue jalanin) tetapi gue suka banget. 

Gue excited banget nunggu 1 Juni. Kenapa? Karena akhirnya gue bisa nonton konser idola gue dari kecil, NKOTB. Tiketnya sudah gue beli dari Desember 2012. Harganya? Untuk seorang penggemar berat dari jaman SD, yang nunggu 20 tahun untuk bisa liat idolanya lagi dan nunggu 4 tahun setelah mereka reuni, SANGAT PANTAS (menurut gue ;p).

Kita punya komunitas penggemar NKOTB namanya NKOTB Indonesia (buat yang mau bergabung, mariii :D). Kegiatannya kumpul-kumpul ngobrolin semua tentang NKOTB, dari mulai nostalgia sampai ngomongin hal-hal terbaru soal NKOTB. Sejak lama kita berencana kalau NKOTB datang ke sini, kita mau sambut mereka di bandara dan stay di hotel yang sama. ABG banget gak sih? Biarin deh... Demi menuntaskan impian masa remaja yang belum terpenuhi :p

Tanggal 30 Mei 2012, gue bersama 5 orang temen ke bandara. Kita dapat info kedatangan mereka dari temen yang nonton konser NKOTBSB di Perth. Sampai di bandara ngeliat suasananya sepi-sepi aja (maksudnya gak keliatan personil EO lalu lalang), kita jadi ragu sama info yang kita dapat. Akhirnya kita menunggu sambil harap-harap cemas. Ternyata, sesuai dengan waktu perkiraan kita sebelumnya, keluarlah mereka dari bandara jam tujuh-an malam. Kita sempet terkesima sesaat. Giliiing, idola gue dari SD yang selama ini cuma bisa diliat di video, internet ada di depan mata gue. Bingung mau nyapa yang mana secara jarang-jarang ada cowok ganteng bertebaran di depan mata.

Haha..

Jadi kita sapa satu per satu sesuai urutan mereka keluar. Mereka tampak kaget ngeliat masih ada yang nyambut. Mereka gak yakin masih punya penggemar di negara yang jauh ini dari Amerika kali ya.. Wajah mereka terlihat sumringah pas kita sapa. Kaget senang gitu (jieeh ge er banget gue ;p)

Ragu-ragu karena takut ganggu mereka, kita bingung mau minat foto bareng atau enggak. Tapi daripada nyesel gak foto bareng dan mereka juga liat kita ragu-ragu mau deketin mereka, akhirnya kita beranikan diri minta izin foto bareng, minta tanda tangan. Di luar dugaan kita, mereka malah berhenti dan melayani foto satu persatu dengan kita dan bodyguard-nya juga cuma melihat doang. What an akward moment, actually hehe.

Setelah mereka naik ke bis, kita pun naik taksi ke hotel. Begitu masuk ke dalam taksi, gue dan temen-temen langsung teriak. Ngelepas jaim, kelu lidah saat kita ketemu mereka tadi. Sampai tukang taksi langsung berhenti bilang "Kenapa, Bu?" Hahaha.. Kita bilang sama supirnya, "Gak papa, Pak. Lanjut." Itu supir taksi kaget kali ya segerombolan emak-emak teriak di dalam taksi dia. Hehehe... Karena supir taksi kita canggih, kita bisa sampai ke hotel lebih dulu daripada mereka. Padahal mereka pakai voorijder. Si supir taksi bilang ke kita, "Tenang, Bu. Kita pasti sampai duluan deh pokoknya"

Di hotel kita gabung sama temen-temen lain yang gak bisa ikut ke bandara. Dan 10 menit kemudian NKOTB sampai di hotel. Kita sambut mereka sambil dadah-dadah anggun gitu (norak ya? bodo ah!! :p). Mereka langsung ke kamar masing-masing. Kita langsung ke restoran untuk makan malam. Tapi apa yang terjadi, ibu-ibu pada gak napsu makan. Cuma minum doang. Haha..

Waktu kita sedang nunggu pesanan, personil NKOTB kecuali Joey turun dan melewati kita. Mereka sempet berhenti dan foto-foto lagi dengan temen-temen yang lain. Donnie sempet ngenalin kita, dia bilang "You were at the airport, how can you get here so fast?" Salah satu temen nyeletuk "Magic carpet!" Dia ketawa.. Ahh.. adem banget liat ketawanya ;p

Nah malam itu yang bikin gue lemes adalah, Jon Knight nyamperin kita. Dia bolak-balik ajah depan meja kita, trus tiba-tiba duduk.

Dem!

Depan-depanan ajah gitu sama gue. Kita ngobrol lumayan lama, sekitar 45 menit. He is soooooo sweet! Dia banyak tanya-tanya soal Indonesia, soal tiket yang udah terjual. Kita bilang ke dia kalau mereka masih punya banyak penggemar di sini. Dia cukup terkejut. Gak nyangka kali ya kalau mereka masih punya penggemar setia di negara yang bahkan mungkin mereka gak ngeh dimana itu negara. Setelah ngobrol beberapa lama, Jon pamitan mau ngerokok trus pengen istirahat. Dia bilang capek banget karena penerbangannya yang lumayan lama, Perth-Sydney-Jakarta. Setelah foto-foto lagi (again) dia keluar ngerokok bareng temen gue.


Lovely Evening With Mr. Jonathan Knight


Hari Jumat, tanggal 1 Juni 2012 adalah jadwal konser NKOTBSB di Jakarta. Karena gue beli tiket yang pakai paket Meet and Greet, jadi harus sudah ada di venue jam 2. Di sana ketemu temen-temen dari Bali, Surabaya, Malaysia, Singapore, Cina dan Korea. Karena konser NKOTBSB ini hanya di dua negara di Asia (Indonesia dan Filipina), jadi banyak penggemar dari negara lain yang sengaja terbang ke Jakarta demi pujaan hati masa remaja ;)

Sebelum konser, kita ada sesi foto bareng sama personil NKOTB. Paket yang dijual ada yang foto sendiri bareng personil NKOTB, ada yang foto grup 10 orang bersama personil NKOTB. Gue beli yang foto grup ajah. Walaupun sudah ketemu kemarin tetep ajah pas M&G gue grogi setengah mati dan gak bisa ngomong apa-apa selain "Hallo". M&G yang kurang dari 10 menit bikin gue mesti segera ambil posisi  biar fotonya lumayan. Males kan bayar mahal tapi kita difoto lagi meleng atau berkedip? Hehe.. (tetep ga mau rugi :p)


Met & Greet 5 Star VIPNation Grup F

Konser sendiri dimulai jam 8 teng! Bener-bener sesuai jadwal. Sejauh konser yang pernah gue tonton, baru kali ini jadwal di tiket sama prakteknya sama. Yang udah-udah sih telat sejam atau kadang-kadang sejam setengah. Konsernya seru banget. Jeritan para wanita yang tentunya bukan ABG lagi memenuhi ruangan waktu mereka muncul di panggung. Gimana gak ngejerit, ngeliat sembilan cowok ganteng muncul depan mata :p.

Panggung yang besar dan berbentuk seperti catwalk bikin para personil NKOTB dan Backstreet Boys bergerak leluasa. Panggung seperti ini adil banget buat penonton yang di area festival. Jadi bukaan panggung besar dan para penggemar yang bisa berdiri di depan panggung juga banyak. Konser berlangsung selama 2,5 jam dengan NKOTB dan Backstreet Boys bergantian bernyanyi. Kalau lagi giliran NKOTB, Backstreet Boys masuk ke belakang panggung, demikian sebaliknya. Cuma di lagu pembukaan dan lagu kolaborasi mereka "Don't Turn Out The Lights" mereka nyanyi bareng.

Malam itu terasa seperti karaoke massal walaupun banyak juga penggemar NKOTB (jaman dulu) yang gak tau lagu NKOTB yang baru. Konser ini bener-bener bikin penonton bernostalgia dengan bernyanyi bersama, gak laki-laki gak perempuan. Gak ada tuh istilah cowok gengsi nyanyi lagu NKOTB. Semua yang datang bener-bener pengen happy dan memang bener dibuat happy sama mereka. Penampilan Backstreet Boys juga oke. Walaupun gue gak ngefans seperti ke NKOTB tetapi gue suka lagu-lagu mereka. Penampilan mereka istirahat ngejerit buat gue hihhi..





Kedengerannya lebay tapi abis pulang dari konser gue sepertinya mengalami apa yang disebut Post Concert Depression hihihi (diagnosed by my own self ;p). Apa itu PCD? Coba googling deh. Dan itu berlangsung selama 3 bulanan baru normal lagi.  Tapi sekarang gue siap untuk senang-senang lagi kalau mereka datang tahun depan :D


Goodie Bag




Minggu, 06 Januari 2013

My 2012 Journey (Part 1)


Gue tau, seharusnya gue posting blog ini sebelum tanggal 1 Januari 2013. Agak basi buat sepertinya kalau baru posting sekarang, tapi gapapa deh, daripada engga kan? 
;p

Tahun 2012 bisa dibilang tahun yang menyenangkan buat gue. Dimana beberapa impian terbesar gue terkabul di tahun ini. Gue pernah baca penelitian, katanya seseorang merasa sangat bahagia pada usianya yang ke-33 dan itu berlaku buat gue di tahun 2012.

 Usia 33 Tahun Usia Paling Bahagia?

Pengalaman tahun 2012 gue dimulai pada saat malam tahun baru. Gue gak kemana-kemana. Karena emang males dan pengen nonton re-run konser Kahitna di TV. Sebelum acara di mulai, gue ke warung deket rumah beli pempek (ini makanan favorit gue) tanpa bilang ke adek gue dan gak bawa kunci. Pas gue balik ke rumah, pintu rumah dikunci. Adek gue pergi sama istrinya malam tahun baruan-an. Hampir 'desperate'. Gak lucu banget kan semaleman di teras gara-gara gak bisa masuk ke dalam rumah. Untung bawa handphone dan dengan baterainya yang sekarat gue telpon adek gue minta dia balik. Untungnya lagi adek gue belum jauh, jadi dia mau balik. Kalau engga, bakalan basi banget gue tahun baruan di teras yang gelap sambil makan pempek dari plastik langsung (ala anak SD jaman dulu) plus ditemenin nyamuk kebon.

Bulan Januari yang menjadi 'highlight' buat gue adalah gue bisa nonton Katy Perry gratisan dari Yaris. Untuk dapetin tiketnya gue mesti ikutan semacam game online di situsnya. Sumpah, gue biasanya males banget kalau kuisnya ribet gini, tapi demi Katy Perry yang tiketnya udah sold out duluan, gue bela-belain. Dan emang gak sia-sia siy mainin game itu, gue bisa nonton di kelas festival, bergabung sama para abege ;)

Tiket Gratis Dari Yaris
Di akhir bulan Januari, salah satu impian gue terkabul. Gue bisa jalan-jalan ke Sydney. Kota impian gue dari kecil sebelum Boston dan NYC. Seharusnya gue ke sana berempat, bareng sama sepupu gue dan tante gue. Tapi karena ada demo buruh yang memblokir jalan tol Cipularang, alhasil sepupu gue dan tante yang dari Bandung dan Purwakarta gak bisa datang tepat waktu ke bandara Soekarno-Hatta. Mereka ketinggalan pesawat. Stress banget gue liatnya. Bisa-bisanya ketinggalan pesawat :(

Gue tipe orang yang gampang 'homesick' dan males pergi jauh apalagi kalau jalan darat yang berkelok-kelok. Bakalan muntah abis gue. Norak banget pokoknya. Makanya pas deket-deket keberangkatan ke Sydney, gue antusias-antusias enggak gitu. Semalem sebelum berangkat gue udah kangen duluan sama tempat tidur gue (halah! ;p)

Di pesawat pun gue gak bisa tidur walaupun berangkatnya malem. Perasaan sempit banget (ya iyalah kelas ekonomi gitu loh ;p). Kaki gue berasa gantung (sok tinggi banget ga siy gue? hehe.. padahal tinggi gue cukup aja buat orang Indonesia). Jadi gue sibuk nonton aja sementara gue liat orang-orang di sekeliling gue udah selimutan. Waktu berasa mulai ngantug dan mencoba tidur setengah jam, para pramugara-pramugari buka-bukain jendela. Buset udah terang aja. Gak jadi tidur deh gue.

Nyampe di bandara Kingsford, Sydney, mulai keluar norak gue. Foto-foto di tempat brosur dan papan bertulisan 'Welcome to Sydney'. Sebetulnya badan gue berasa melayang karena ngantuk tapi daripada nyesel gak ada dokumentasi, gue bela-belain deh. Gue agak 'surprised' ngeliat terminal kedatangan internasional di Sydney begitu ajah. Gue pikir bakalan 'wah' gitu, secara mereka negara maju. Ternyata biasa aja, gak berasa di luar negeri perasaan gue waktu itu. 

Muka belom tidur bela-belain foto ;p

Gue nyampe hari Sabtu pagi, ramenyaaaa, buset deh. Masih liburan musim panas kayanya. Perjalanan gue melewati imigrasi dan pabean Alhamdulillah baik-baik ajah, tanpa harus bongkar-bongkar koper. Kakak gue kebetulan sempet dibuka kopernya, ditanya bawa makanan apa aja. Mereka tanya, "Ada Kerupuk?" Hah.. tau-tauan kerupuk tuh bule. Untung gak ada yang diambil, secara kakak gue banyak bawa barang khas Indonesia seperti kerupuk, saos sambel, antangin dll. Di luar gue udah dijemput sama Om. Karena jarak bandara ke rumah Om gue gak jauh, paling cuma 10 menit, jadi perasaan gak banyak yang gue liat. Lagi-lagi gue gak ngerasa di luar negeri. Hihihi..

Selama seminggu, acara jalan-jalan gue dianterin sama Om, setelah 1 bulan, gue kemana-mana sendiri. Di sana gue ngerasain enaknya jalan kaki. Gue suka banget jalan kaki soalnya. Sebelum jalan, biasanya gue liat google map dan street view dulu, biar ga berasa 'lost' banget. Tapi tetep aja nyasar. Pertama kali mau jalan dari Queen Victoria Building ke Darling Harbour, yang ada gue nyasar sampe Circular Quay. Padahal kata Om gue deket. Gue pikir, deketnya orang di sini kaya kalo orang desa bilang deket kali ya. Kan kalo kita baksos di desa trus nanya suatu tempat ke penduduk di situ, pasti mereka bilang, "Deket, ke arah situ, terus aja". Deket-deket, dua gunung kudu dilewatin ;p (okeh gue hiperbola soal ini, tapi emang jauh banget). Karena tanggung udah jalan jauh, terdamparlah gue di sana pas sunset. Keren banget, tapi gue sendirian. Gue liat semua berpasangan atau gerombolan. Cuma gue yang sendirian (mellow) ;)

Gue bawa bukom waktu jaman kuliah. Di situ isinya coretan tentang kegamangan, impian, curhatan sampai coretan gambar-gambar gak jelas termasuk kavitas gigi. Waktu kuliah kita sempet punya mimpi kalau lulus kita mau ke Sydney bareng. Gak tau kenapa, rasanya gue harus bawa bukom itu. Waktu packing, barang terakhir yang gue selipin di koper ya bukom itu. 

BUKOM GAMANGERS


BUKOM GAMANGERS


Opera House waktu sore

Saat itu sambil duduk ngeteh, ngemil cupcake dan sushi menghadap Opera House dari The Rocks, gue merasa kangen banget sama sahabat-sahabat gue. I should have been there with them. Unfortunately, they were not there with me. Gue selalu berpikir (dulu) kalau gue ke luar negeri, terutama ke kota impian gue, gue bakal jalan bareng dengan seseorang di sisi gue. Secara gue takut pergi sendirian, jadi ada seseorang yang nemenin gue, nyasar bareng, bikin gue ngerasa nyaman dan aman dan gak sendirian. Tapi ternyata Allah punya rencana lain, gue dibiarkan-Nya 'wandering' sendirian. Allah buat gue yang takut untuk jalan-jalan sendirian ini merasakan kalau jalan-jalan sendiri di negeri orang itu asik juga. Sama pasangan belum dikabulkan, sama sahabat pun belum ada kesempatan. Itulah kenapa gue bilang gue merasa 'mellow' banget pas liat sunset di depan Opera House. Rupanya belum rejeki gue berbagi kebahagiaan jalan-jalan bareng orang yang gue sayangi (selain keluarga gue ya). 

Berhubung gue ke sana pas musim panas, jadi matahari terbenam jam 8-an. Pernah Jumat sore, pas gue lagi jalan-jalan di sekitaran Sydney CBD itu, gue liat orang-orang antri di club, resto. Musiknya terdengar kenceng. Dalam hati gue bilang " Buset, masih terang benderang gini, udah minum aja. Pas gue liat jam, "Eh, udah jam 8 toh, pantes." Ini juga yang bikin perut gue bingung sama jam makan malam. Perasaan terang dan panas banget, tapi harus udah makan malam karena udah jam 7-8. Di Sydney toko, mall tutup jam 5. Jadi gue suka mati gaya mau kemana lagi. Tempat yang buka sampe malam cuma klub, pub sama bioskop. Restoran cuma sampe jam 8-9. Hari masih terang tapi udah sepi. 

Satu hal yang gak biasa gue liat di Jakarta tetapi biasa di Sydney adalah, kalau kita pakai jilbab, orang-orang muslim kalau papasan pasti ngucapin "Assalamu'alaikum, sister" sambil tersenyum. Gak laki, gak perempuan. Kadang karena gue jalan agak cepet dan gak fokus ke kanan ke kiri, gue suka telat jawab salam mereka, tapi tetep gue jawab sambil berhenti dan noleh ke belakang karena gue udah melewati mereka. Kalau lagi jalan dan susah cari tempat sholat, security di QVB, orang Lebanese, nyaranin gue untuk sholat di baby changing room aja. Waktu gue mau nanya toilet dimana sama dia,  dia ngucapin salam duluan ke gue. Sekalian aja gue tanya tempat sholat di sana. Dia kasih tau gue sambil kemudian nyuruh stafnya bawain sajadah buat gue. Thank you so much for the tip, my brother in Islam :)

Momen lain yang juga menyenangkan buat gue adalah I celebrated my 33th birthday there. Never crossed my mind I would have celebrated my birthday overseas, in my dream city :)

Ulang tahun gue bertepatan sama Mardi Grass Festival di sana. Itu festivalnya para LGBT. Gue pengen banget liat festivalnya tapi Om gue ngelarang. Jadi gue ngikut ajah daripada kualat sama orang tua kan? Hihi.. beberapa hari sebelum festival, Sydney ramai turis. Yang tadinya sepi-sepi aja, beberapa hari sebelum festival gue liat banyak banget cowok-cowok ganteng ala-ala Ricky Martin, Jordan Knight bergerombol atau bepasangan lalu lalang di pusat kota. Mereka terlihat stylish abis. Seneng aja gue liatnya.

Pas hari ulang tahun gue, gue janjian sama sepupu makan di Restoran Padi dekat Central Station. Karena Sabtu malam jadwal Om gue ngaji ke Lakemba, jadi dia cuma anter gue sampe ke Redfern. Padahal kalo dipikir-pikir, Lakemba itu gak searah sama Redfern, berlawanan banget. Mungkin Om gue kasian sama gue tapi dia juga mau buru-buru ngaji, jadilah gue di drop di Redfern Station. Di kereta gue liat banyak cowok memakai kostum, cowok berdandan seperti cewek, cewek-cewek berpakaian ala punk atau kostum lain. Kostum yang mereka pakai cukup berani. Mereka sibuk foto-foto sesama mereka.

Di sebelah gue ada pasangan cowok ganteng banget pakai kostum ala Robin (temennya Batman) mencoba foto berdua. Sepertinya hasilnya gak memuaskan, karena mereka beberapa kali mencoba foto sendiri. Gue menawarkan diri untuk motoin mereka. Sepertinya mereka seneng sama hasilnya dan meminta difoto lagi dengan pose yang berbeda. Sumpah ya, itu pasangan gak ada tengsin-tengsinya berpose seru depan tempat gue (tapi ngapain juga tengsin sama gue ya? ;p). Sesudahnya mereka bilang "Thank you, Darling". Anyway, ini kayanya kebiasaanya orang Australia manggil orang darling, seperti mereka menyebut kentang goreng itu chips. Dan gue dibilang berbahasa ala Amerika karena bilang french fries. Perasaan gue jarang denger orang bilang honey. Setiap belanja pun, para pramuniaga itu manggil gue darling.

Jadi hari-hari gue di sana diisi dengan jalan-jalan dengan prinsip 'kemana kaki melangkah'. Prinsip gue kalo nyasar, ntar telpon rumah aja minta jemput.. hahaha. Untung gue selalu bisa menemukan jalan pulang karena di sana jalan-jalannya gampang buat diinget. Soal shopping, rasanya gak ada yang menarik buat gue di sana. Semuanya ada di Indonesia dengan harga yang lebih murah. Tapi kalo kata emak gue, "Ah emang elo aja ga punya duit" Hahaha, tau aje mamih. ;p Tapi bener, gue masukin hampir semua mall yang besar, biasa aja (buat gue).

Gue lebih suka liburan gratisan kaya duduk di pantai, jalan di coastal walk dari Bronte ke Bondi (yang makan waktu 2 jam), duduk ngeteh sambil liat orang lalu lalang pulang kantor atau pas istirahat makan siang. 

Coastal Walk

Bondi Beach



Sampai kuartal pertama, inilah highlight perjalanan 2012 gue. Nanti gue sambung lagi  ya :)