Rabu, 12 Oktober 2011

Level 42

Malam ini berkesempatan lagi nonton konser gratisan. Level 42. Band lawas dari Inggris. Kali ini saya dapet tiket gratisan dari majalah Reader Digest Indonesia. Dapet 2 tiket. Saya nonton bersama dua orang teman. Tempatnya di Hotel Grand Melia.


Jam 7 saya sudah sampai di sana. Terus terang ini kali pertama saya nonton konser di hotel. Sampai di sana saya, saya melihat pemandangan yang cukup berbeda dari pemandangan yang biasa saya jumpai di konser-konser sebelumnya. Rata-rata penonton berusia 40 tahunan ke atas.. Sepertinya ;p

Setelah kami masuk ke ballroom tempat konser berlangsung, kami segera cari tempat duduk yang kira-kira nyaman. Kami duduk di kelas silver. Seat paling belakang. Tidak terlalu jauh dari panggung memang tetapi berhubung tempat lantainya rata, susah juga untuk cari posisi yang enak, karena ketutupan kepala orang di depan kita.


Jam 8.30 tepat konser di mulai. Sesuai dengan jadwal yang tertera di fanpage promotornya. Tapi babibu, langsung Level 42 memainkan lagu-lagunya. Jujur saja, saya tau lagu-lagu mereka, tapi ga tau judulnya hehe.. Selama setengah pertunjukan penonton terlihat anteng di kursi masing-masing. Padahal musiknya semangat. Ga biasa saya nonton harus santun seperti itu...hehe ;p

Saya ngebayangin kalau mereka main di ajang Jazz Festival, pasti lebih seru. Lebih hidup suasananya. Tapi kembali saya mikir, konser ini memang didesain untuk nostalgia fans lama mereka. Dari venue yang dipilih saja sudah terlihat beda. Konser di hotel mau ga mau membuat seseorang harus lebih 'behave'.

Sewaktu lagu 'Love in a peaceful world' serta merta saya dan kedua teman saya berdiri & ikutan bernyanyi. Tetapi tidak sebagian besar penonton lainnya. Penonton baru mulai berdiri, ikutan bernyanyi & sedikit bergoyang setelah konser berlangsung sekitar 1 jam. Sampai konser berakhir lagu 'Forever Now' tidak dimainkan. Saya & teman saya sempat mengira bakal dijadikan lagu pamungkas. Ternyata tidak. Sampai ruangan terang, tidak dibawakan.


Konser yang berlangsung selama 90 menit itu oke banget. Walaupun ada beberapa lagu yang saya ga tau. Para personil Level 42 sudah tua, penampilannya tetap apik. Dan penontonnya terlihat sangat santai tanpa euforia berlebih. Mungkin 10 tahun lagi, saya akan seperti mereka kalau nonton konser. Duduk & tenang ;)


Saya sungguh bersyukur bisa melihat konser ini. Berharap generasi yang lebih muda juga bisa melihat show mereka. Karena sayang banget kalau hanya dikonsumsi untuk fans lama mereka. Semoga mereka bisa kembali show di Indonesia dengan target penonton yang lebih luas, dalam range umur atau jumlahnya.

Again.. I'm blessed today.
Thanks Allah :)

Minggu, 25 September 2011

NAUGHTY BY NATURE


Jumat, 23 September 2011 kemarin saya berkesempatan nonton shownya Naughty By Nature. Benar-benar ga nyangka mereka bakal main di sini, secara mereka artis hip hop lama. Waktu lagu-lagu mereka lagi ngehits, saya masih pake seragam putih biru. Tahun-tahun itu boyband, rap, hip hop emang lagi happening banget. Bisa dibilang 'I grew up with that kind of songs'. 

Saya follow akun twitter mereka secara ga sengaja karena mereka ternyata sering bikin party bareng Donnie Wahlberg, salah satu personil NKOTB, dan Donnie sering mention akun twitter mereka. Beberapa kali saya tanya mereka, ada rencana main di Asia atau tidak, mereka jawab 'We're working on it' atau 'We will get there'. Itu awal Januari. Sampai akhirnya mereka mengumumkan secara resmi kalau bakal show di Indonesia, di acara Javasoulnation. Seneng banget bacanya.

Tahun ini benar-benar 'living on my teenage dream' kayanya. Setelah konser Arrested Development, Janet Jackson, Kylie Minogue dan kemarin Naughty By Nature, tersalurkan rasanya passion masa muda saya ;p. Tapi belum bener-bener tersalurkan sampai bisa nonton NKOTB tentunya ;)


Oke, back to NBN. Saya sangat beruntung karena sebelum sempat beli tiket Javasoulnation, saya dapet tiket gratisan dari Javasoulnation karena menang kuis. Pas untuk hari NBN main.

Hari Jumat kemarin akhirnya saya pergi dengan dua orang teman saya. Sejujurnya saya dan teman saya itu datang hanya untuk lihat performance NBN saja.


Jam 21.30 NBN memulai shownya. Shownya on time. Kebetulan saya sama temen saya bisa di barisan agak depan. Tadinya kita bingung karena sepi banget. Ga terlalu rame yang nonton. Tapi show tetap dimulai sesuai jadwal. Saat ketiga personil NBN (DJ Kaygee, Vinnie, Treach) muncul, baru benar-benar heboh penonton. Saya lihat sekeliling saya, jarang ABG, sepertinya semua seumuran sama saya hehe..


Show dibuka dengan lagu 'Respect'. Kemudian dilanjutkan dengan OPP. Di lagu ini, penonton tampak bernyanyi bersama. Karena lagu ini memang lagu hits mereka dulu. Ada sekitar 14 lagu yang dibawakan oleh mereka, termasuk Jamboree, Feel me flow dan ditutup dengan Hip Hop Hooray. Yang menarik di sini, saat lagu Hip Hop Hooray, personil Public Enemy, Valerius ikutan masuk ke atas panggung. Panggung jadi ramai banget. Selama show, NBN cukup komunikatif dengan penonton dan ada beberapa komentar mereka yang lucu. Treach bilang ' If u know this song, let sing together, and if u dont, let's pretend that u know it'. Dan Vin selalu bilang 'party and clap your hand'. It was really a party for people whose their teenage time was in 90s. Everybody was happy and so was I. Eventhough I can't sing rap songs. But I enjoyed the show.


I love music. I love live performance. I Wish more great shows/concerts I can attend in the future.

I'm happy being me :D

Rabu, 21 September 2011

Konser Kahitna 25 Tahun

Kamis, 15 September kemarin saya berkesempatan untuk menyaksikan konser ulang tahun ke-25 Kahitna.

Saya suka Kahitna sejak pertama kali melihat mereka sebagai pengisi acara ulang tahun paskibra Jakarta Timur di GOR Jakarta Timur tahun '94. Sejak itu saya mengoleksi semua album Kahitna. Lagu-lagu mereka sangat menarik bagi saya. Lirik dan musiknya bagus dan memiliki ciri khas. Selain itu suara vokalisnya bagus-bagus. 

Kecintaan saya terhadap Kahitna saya realisasikan untuk berusaha melihat show mereka di Jakarta. Baik yang di kafe atau di acara di mall atau pameran. Biasanya saya akan mengajak teman-teman yang suka Kahitna untuk melihat bareng. Tapi tak jarang saya hanya sendiri.

Berita konser Kahitna sudah saya dengar dari tahun lalu. Sewaktu ada kabar tiket presale Kahitna dijual beberapa bulan lalu, saya langsung ikutan antri. Saya antri sampai jam 10 malam di EX demi mendapatkan tiket diskon 20%. Tetapi karena sudah letih, saya balik duluan. Saya pikir, beli yang regular aja, diskon cuma 20% ini. Saat tiket regular dijual, dalam waktu beberapa minggu sudah sold out. Saya tidak kebagian. Tidak terlintas di kepala saya kalau bakal sold out. Sebetulnya tiket sempat ditambah sama promotor, tetapi hanya untuk kelas festival. Saya pengen yang duduk. Karena menurut saya kurang enak nonton Kahitna sambil berdiri.

Karena terlalu banyak pertimbangan, saya benar-benar tidak dapat tiket. Sampai akhirnya saya blingsatan sendiri karena sampai H-2 saya belum dapat juga. Beruntung seorang teman yang juga ngefans berat dengan Kahitna menang kuis, dan ia memberikan tiketnya kepada saya karena ia sudah beli di hari pertama. Saya benar-benar berterima kasih dengan teman saya Vivi, karena gara-gara dia akhirnya saya bisa nonton juga.

Malam itu saya jadi saksi Konser Cerita Cinta 25 Tahun Kahitna. JCC penuh, dari posisi tribun sampai festival. Belum pernah saya melihat JCC sepenuh ini. Semua kursi terisi. Konser dibuka oleh 'Jamaican Cafe' sebagai 'opening act' pada pukul 21.30. Setelah itu Kahitna membuka konsernya dengan lagu 'Lajeungan' yang dilanjutkan dengan 'Dirantau' yang bernuansa musik Sumatera Barat. Suara saluang begitu kental pada lagu ini. Tak kurang sekitar 30 lagu di bawakan oleh Kahitna. Di tengah-tengah acara, The Groove, Maliq D'Essential tampil sebagai bintang tamu dengan membawakan lagu-lagu Kahitna. Kolaborasi yang oke -menurut saya- muncul saat RAN tampil. Dua bintang sebelumnya hanya menyanyikan lagu Kahitna tanpa kolaborasi dengan Kahitna itu sendiri.

Dari lagu pertama sampai lagu terakhir, penonton bernyanyi bersama Kahitna. Kahitna tidak banyak mengubah arasemen lagunya, sehingga kita penonton dapat dengan mudah ikut bernyanyi bersama. Benar-benar karaoke massal hehe. Saya akui, dari sekian konser yang pernah saya tonton, hanya konser Janet Jackson & Kahitna yang bisa buat saya ikutan nyanyi dari lagu pertama sampai lagu terakhir.

Seperti yang saya lihat jika nonton Kahitna manggung di kafe, Cerita Cinta & Cantik selalu jadi lagu penutup. Tetapi penonton belum puas sepertinya dan masih menginginkan Kahitna menyanyikan beberapa lagu. Kahitna pun menambah dua lagu lagi. Kali ini benar-benar lagu terakhir. Penonton pun mulai beranjak keluar. Namun masih banyak yang ingin foto bareng. Dan vokalis Kahitna mau meluangkan waktu mereka untuk foto-foto dulu. Benar-benar pemandangan yang jarang saya jumpai di konser yang pernah saya tonton.

Saya pulang dengan perasaan puas, senang karena akhirnya bisa menyaksikan konser 25 Tahun Kahitna. Bahagia benar-benar menyelimuti hati & terefleksi di wajah saya malam itu.

Thanks God :)

Kamis, 15 September 2011

Happy To Mingle

'Everything happens for a reason. Even when we are not wise enough to see it.'

Kutipan di atas adalah salah satu kutipan favorit saya dan nyata adanya dalam hidup saya.

Melihat lagi ke belakang, dulu saya orang yang sangat tidak percaya diri jika berhadapan dengan orang baru. Rasanya mati gaya banget kalo harus buka omongan di depan orang baru. Saya selalu merasa nyaman dalam sebuah kelompok, dimana saya hanya anggota di dalamnya, supporter, pelengkap penderita, penggembira..apapun itu namanya, asal jangan saya yang harus berhubungan dengan orang lain.

Kalaupun saya heboh, bawel, cerewet, itu hanya dalam kelompok yang saya sudah merasa sangat nyaman di dalamnya. Tetapi kalau berhadapan dengan orang baru, saya cuma bisa diam seribu bahasa. 'Berat mulut' kalau istilah mama saya.

Walaupun tidak sulit juga untuk mendapatkan gank atau temen sejiwa dalam setiap tahap kehidupan pendidikan saya, namun saya cenderung main dengan orang yang itu-itu saja. Ada rasa enggan beradaptasi dengan orang baru, memulai pertemanan lagi dari awal.

Tetapi sejak sahabat-sahabat saya lulus kuliah duluan, dan saya 'stuck' sebelumnya akhirnya lulus juga, saya mulai mencoba berteman dengan siapa saja. Berteman dalam artian mencoba berteman lebih dekat dengan siapa saja. Jadi saya mulai berkelompok dengan beberapa kelompok adik kelas. Apalagi sejak teman-teman mulai menikah dan sibuk dengan keluarga, saya semakin sulit untuk bertemu dengan intensitas yang saya harapkan. Tapi saya paham kalau memang irama hidup yang 'single' dengan yang 'taken' berbeda. There are more things to be concerned for those who already married.

Kemudian saya mencoba untuk gabung dengan komunitas boyband favorit saya. Sebetulnya sebelum saya bertemu mereka, saya sudah kenal di dunia maya, tetapi karena kesibukan, baru setahun ini saya aktif. Awalnya bener-bener ga pede ketemu temen baru yang sudah saling kenal, tetapi saya kuatin hati saya, 'Saya harus bisa'. Ternyata pertama kali ketemu, saya sangat rileks dan benar-benar menikmati pertemuan itu. Ga canggung atau ga pede. Itu mungkin juga karena mereka sangat 'welcome' ke anggota baru.

Selain itu juga karena rejeki, saya mulai mendapatkan tiket-tiket konser gratis. Dimana biasanya hanya 1 tiket untuk satu pemenang. Daripada sendirian, saya mencoba bergabung dengan pemenang lain yang juga biasanya sendiri. Dan lagi...saya menikmatinya. Namun terkadang saya benar-benar sendiri nonton konser-konser tersebut. Tetap saya menikmatinya.

Selain itu karena bertemu teman lama, saya jadi bergabung dalam sebuah kelompok teman jalan. Im a newbie there. But I enjoy it also. Bener-bener pendatang baru yang terlempar dari gank lain, sounds pathetic lol..but I dont feel that way. Im happy with all friends I have. Sejak itu sepertinya saya sering bertemu teman yang dulu mungkin tidak terlalu dekat tetapi saya lebih mudah untuk memulai pembicaraan. Tidak 'berat mulut' lagi seperti yang mama saya selalu bilang. But anyway, it's also because of that social media..It really helps. U can start the chit chat from what U read, saw on it. Bukan pertanyaan basa basi tetapi pertanyaan 'care'.. Dan setelah jalan bareng, mulai komen di status atau foto mereka. Sesuatu yang mungkin beberapa waktu lalu tidak saya lakukan karena merasa tidak terlalu dekat.

Meresapi gambaran di atas, saya berpikir tidak jelek juga saya lulus lambat (walaupun tetap ingin lulus tepat waktu), ada hikmahnya saya belum menikah. Mungkin Allah masih membiarkan saya bersenang-senang ala single people. Mungkin Allah masih memberikan kesempatan bagi diriku untuk memberi bantuan kepada banyak orang. Bukan berarti yang sudah menikah tidak bisa membantu orang lain, tapi biasanya yang masih single lebih mudah diminta bantuan, karena mereka lebih mudah ke sana sini. Masih banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang ada di pikiran saya. Namun apapun itu, saya tahu Allah pasti selalu memberi yang terbaik untuk kita. Walaupun terkadang ada banyak pertanyaan di kepala 'Mengapa begini, mengapa begitu, mengapa diriku?'...

You may not always get what u want, but u certainly will get what u need.

Now, I pronounce for sure, Im happy to mingle!
:D

Kamis, 08 Juli 2010

Berseberangan Tidak Selalu Buruk..Swear!

Beberapa hari yang lalu, saya makan ke sebuah kedai ayam bakar yang cukup terkenal di sekitar Tebet. Saat itu sudah malam, sekitar jam 7an. Ketika saya masuk, saya lihat semua meja terisi pelanggan lain. Meja itu cukup panjang tetapi sebagian besar ditempati oleh pasangan yang duduk bersebelahan di tengah-tengahnya. Saya yang saat itu datang sendiri, agak bingung dimana saya harus duduk. Karena pelayannya bilang "Duduk dimana saja, Mbak. Itu kosong, itu juga kosong", katanya sambil menunjuk beberapa meja yang ditempati pasangan-pasangan tadi.

Akhirnya saya menghampiri meja di dekat kasir. Saat itu saya bingung, dimanakah saya harus duduk. Apakah persis di depan pasangan tersebut, apa agak sedikit ke pinggir. Tapi terus terang, jika saya duduk di pinggir supaya tidak hadapan langsung dengan pasangan itu, posisinya ga enak banget buat makan. Terlalu di pinggir. Akhirnya saya putuskan duduk agak ke tengah. Wanita yang pas hadapan dengan saya sepertinya terlihat kesal. Anyway, mereka belum makan, masih menunggu pesanannya datang. Setelah beberapa menit, mungkin karena tidak nyaman karena harus berhadapan dengan saya, akhirnya si wanita itu menyuruh pasangannya untuk geser menjauhi sisi saya duduk sehingga saya tidak berhadap lagi dengan pasangan tersebut dan mereka dapat melanjutkan kemesraannya.

That's the Point!!

Apakah ada peraturan tak tertulis bahwa jika anda berpasangan, saat duduk di restoran, kedai makan, warung emperan, warung tenda atau apapun namanya itu harus selalu duduk bersebelahan? Karena terus terang saya tidak pernah seperti itu. Dan yang ga habis pikir adalah hal tersebut terjadi dan sering saya temukan di tempat makan yang bukan restoran besar. Karena jika di restoran, pasti ga mungkin kita bergabung dengan orang lain, secara meja satu dengan meja lain juga jaraknya cukup jauh. Di saat kedai makan atau warung tenda itu penuh pengujung, banyak pasangan yang 'keukeuh' duduk bersebelahan. Tidak mau menggeser sedikit duduknya, memberi sedikit ruang bagi orang lain yang juga mau makan seperti mereka. Dalam pikiran saya, kalau saja mereka mau sedikit bertoleransi dengan duduk berseberangan, makin banyak ruang buat orang lain untuk duduk. Mungkin saja di antara orang lain yang datang untuk makan, datang dalam keadaan lapar [seperti saya malam itu hehehe :p], kandungan gula darahnya rendah, sangat letih sehingga harus segera duduk namun bingung harus duduk dimana karena orang tidak mau berbagi tempat duduk.

Ini soal toleransi. Sudah hilangkah toleransi pada masyarakat Jakarta? Sehingga merasa bayar, jadi bebas mau berbuat apa saja, "Gw bayar gitu loh!"

Oke..mungkin mereka bayar...tapi liat-liat lah..Mereka harus lihat mereka makan dimana. Karena apa yang mereka bayar sebagian besar untuk makanannya, beban ke sewa, tempat atau pelayanan tidak begitu besar. [Mari sedikit berhitung, jika anda makan ayam bakar plus nasi dan lalap seharga 15 ribu, jika melihat harga ayam, bumbu, nasi, sayur di pasar, untungnya tidak seberapa per porsi yang anda pesan]. Beda hal jika makan di resto besar. Mau sebelahan kek, mau seberangan kek..terserah!! Karena mejanya sudah diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada yang barengan untuk pengunjung yang berbeda. Harga yang mereka bayar sudah termasuk suasana dan pelayanan. Bahkan sudah mahal masih kena biaya pelayanan. Jadi sah-sah saja mau duduk dimana.

Namun, fenomena ini sering banget saya temui dan masih tidak mengerti jalan pikiran mereka. Saya mungkin jahat dengan mengatakan bahwa mereka yang seperti itu sudah hilang rasa empati, toleransinya karena saya belum menemukan alasan lain yang masuk akal selama ini...

Anyone can give me a good explanation about it?...