Udah lama ga nulis di blog, padahal dulu pertama kali bikin blog ini, tekad saya nulis palingg engga 1 tulisan setiap minggu, walaupun cuma beberapa baris. Tapi karena kesibukan (atau sok sibuk ya ? :p), udh hampir sebulan ga sempet nulis.
Sebetulnya banyak siy yang mau saya tulis, tapi bingung mulai dari mana..Hmm..mungkin gini ya orang yang ga sistematis kaya saya, pikirannya loncat-loncat ajah..hehehe...
Kemarin ini saya kedatangan seorang pasien bapak-bapak yang sudah pensiun, usianya sekitar 65 tahunan. Bapak ini sangat rapi. Beliau datang untuk menambal giginya yang bolong. Setelah saya lihat, ternyata tambalannya lepas. Tapi bukan itu yang menarik bagi saya. Sepanjang saya merawat gigi bapak tersebut, saya mencium aroma sabun mandi seperti papa saya dulu. Saya ingat dari kecil, papa saya paling wangi sabun mandi kesehatan setiap habis mandi. Perasaan kita semua memakai sabun yang sama, tetapi ga ada yang sewangi papa. Kemudian dari cara berbicara juga mirip sekali dengan papa saya. Aahh..saya hampir saja meneteskan air mata saat itu..kangen papa saya.
Setelah dirawat si bapak juga tidak langsung pulang, beliau bercerita lumayan banyak (rupanya beliau mantan pejabat di tempat saya praktek sekarang, kata perawat saya). Satu lagi pelajaran yang bisa saya ambil, pasien yang usianya lebih tua, apalagi jika sudah masuk masa pensiun, suka sekali ngobrol lebih lama. Mereka lebih banyak bertanya soal kita daripada perawatan itu sendiri. Saya siy ga masalah, seneng-seneng ajah denger atau menjawab pertanyaannya. O iya..satu lagi yang mengingatkan beliau akan papa saya, gaya bicara khas orang Minangnya..! :D
Tapi ada satu yang berbeda bermakna, papa saya ga ada yang bolong giginya, atau rusak gusinya. Saya ingat waktu kuliah, sempet stress cari pasien, saya paksa papa saya jadi pasien. Jelas beliau menolak. Katanya "Ah, gigi papa bagus, ga ada yang rusak." Terus terang saya ga percaya, masa ga ada yang rusak sama sekali. "Coba liat pah!" kata saya dulu. Kemudian saya periksa gigi papa saya...emang ga ada yg rusak ternyata. Hhmm.. Papa saya emang rajin sikat gigi. Jadi di usia 50an, giginya masih utuh dan ga bermasalah.
Aaahh....saya jadi kangen papa saya..
Minggu, 04 Juli 2010
Rabu, 05 Mei 2010
"Jodoh Gw Tuh!"
Kemarin malam sewaktu saya sedang beberes CD lagu-lagu, saya menemukan CD kumpulan lagu lama, salah satunya I Knew I loved you by Savage Garden. Saya tertarik untuk dengerin lagi. Lagunya romantis..hehehe [saya emang suka lagu itu dari dulu]. Setelah denger lagu itu, langsung saya buka youtube, mau liat video clip-nya lagi.
Saya suka video clip-nya. Penggambarannya bagus..tapi mungkin juga karena vokalisnya yang terlihat 'cute' di situ..hehehe..Sambil liat video clip saya menyimak kembali liriknya.. I love it!
Saat melihat video clip itu, pikiran saya melayang ke beberapa tahun lalu. Mungkin sekitar 9 atau 10 tahun lalu [again!? :p]. Dulu pas jaman kuliah preklinik, kita suka banget duduk di tangga depan kampus, entah itu nunggu tukang jajanan lewat, makan siang [kita diomelin banget dulu sama wadek kalau makan di teras FKG, tapi tetep makan di situ..hahaha..bandel bener ya?], ngecengin anak2 FK yang mau sholat jumat [karena kalau mau ke mesjid harus melintasi FKG...aduh ganjen banget ga siy qta? hihihi] atau cuma duduk-duduk doank [duduk-duduk di sini berarti duduk dari jam makan siang atau selesai kuliah sekitar jam 12-2an sampai maghrib!]. Pokoknya teras RSGM itu tempat yang oke bwat nongkrong. Dan ga cuma kita, semua anak FKG juga merasakan hal yang sama. Jadi kalau jam makan siang, teras itu rame banget sama anak-anak FKG yang makan siang. Udah kaya limpahan kantin hehehe..Kalau istilah sahabat-sahabat saya 'tempat nancep'. Jadi ibarat kata udh 'nancep', susah beranjak..hahaha..ada-ada ajah :p
Kalau dipikir-pikir...ga elit banget ya tempat nongkrong kita dulu?? Hihihi...
Oke, kembali ke acara nongkrong itu. Saya punya sahabat, let's call her Ucy, yang suka banget nunjuk siapa ajah yang dia suka, yang lewat di situ [saat kita duduk di teras itu] dan bilang 'Gw yakin itu jodoh gw!'
Ha??...Hal itu ga cuma sekali, tapi seringkali kepada orang berbeda. Dan dia selalu mengatakan hal itu dengan penuh keyakinan ..Hihihi..Tapi itu kelebihan Ucy, ia selalu yakin dengan apa yang dikatakannya. Ya, walaupun nanti ada koreksi, itu masalah nanti. Tapi lucunya seringkali koreksinya segera setelah pernyataan yang pertama selesai dikatakan hahaha..[That's why we call our club Gamangers!! Penuh kegamangan tapi tidak merugikan, well, at least try not to be harmful hehehe :p]
Jadi udah lebih dari 5 cowok yang ditunjuk sama si Ucy dan diklaim sebagai jodohnya. Hehehe..Dan saat dia ngomong gitu, pasti yang lain langsung bereaksi cepat. "Papaan lo?", "Buseet..pede banget lo neng!", "Udah gila kali ni anak satu!", sampai "Terserah elo deh, neng!" atau "Cowo mana lagi niy yg bakal jadi jodoh lo?"
Jadi besok-besoknya, kalau dia udah ngomong gitu, yang ada kita suka ga bisa berkata-kata. Kalau istilah Neng Pika 'Speakless' hehehe :D [By the way, Miss u a lot Pikaaaaa... :-*]
Tapi sebetulnya ga cuma di teras kampus ajah si Ucy suka ngomong gitu, di tempat lain juga sering. Apalagi kalau kita lagi main ke depok, nonton basket antar fakultas. Semakin banyak yang ditunjuk deh...Jadi mikir, apa ini efek kurangnya kaum pria di FKG ya? Jadi pas datang ke tempat ramai yang penuh cowok jadi blingsatan? Hahaha..I don't know..
Jadi dengan menghubungkan antara lagu I knew I loved you ini sama kebiasaan sahabatku yang satu itu, mestinya bukan hal aneh ya kalau kita ketemu seseorang yang belum kita kenal atau bahkan belum kita temui trus yakin kalau orang tersebut bakal jadi jodoh kita? Buktinya Savage Garden juga nyanyiin hal yang sama..hehehe
Nih, saya tulisin kutipan liriknya..
Maybe it's intuition
But some things u just don't question
Like in ur eyes
I see my future in an instant
And there it goes
I think I've found my best friend
I know that it might sound
more than a little crazy
But I believe
I knew I loved u before I met u
I think I dreamed u into life
I knew I love u before I met u
I've been waiting all my life
There's just no rhyme or reason
Only this sense of completion
And in ur eyes
I see the missing pieces
I'm searching for
I think I've found my way home
See?? It's romantic, isn't it?
Nah sekarang sahabat saya itu 'in relationship'. Masih 'fresh from the oven'...hihihi..Sahabat saya itu emang udah lama siy meninggalkan kebiasaan menunjuk seseorang sebagai jodoh dia. Tapi saya berharap, semoga ini bener jodohnya, tanpa harus nunjuk2 orang lain lagi..hehehe..Jodoh yang baik buat dia dunia akherat, lahir batin [naaah..klo ini istilah sahabat saya 'Uda', cowok paling ganteng seantero FKG..hihihi..want to know more bout him? Buka http://mamimendy.blogspot.com/2010/04/always-have-themlove-u-all.html]. Amiiiin..
Dan bwat yang belum menemukan jodohnya semoga lagu dan video clip ini bisa menginspirasi untuk terus bisa merasa romantis walaupun 'single'...hehehe
:D
Saya suka video clip-nya. Penggambarannya bagus..tapi mungkin juga karena vokalisnya yang terlihat 'cute' di situ..hehehe..Sambil liat video clip saya menyimak kembali liriknya.. I love it!
Saat melihat video clip itu, pikiran saya melayang ke beberapa tahun lalu. Mungkin sekitar 9 atau 10 tahun lalu [again!? :p]. Dulu pas jaman kuliah preklinik, kita suka banget duduk di tangga depan kampus, entah itu nunggu tukang jajanan lewat, makan siang [kita diomelin banget dulu sama wadek kalau makan di teras FKG, tapi tetep makan di situ..hahaha..bandel bener ya?], ngecengin anak2 FK yang mau sholat jumat [karena kalau mau ke mesjid harus melintasi FKG...aduh ganjen banget ga siy qta? hihihi] atau cuma duduk-duduk doank [duduk-duduk di sini berarti duduk dari jam makan siang atau selesai kuliah sekitar jam 12-2an sampai maghrib!]. Pokoknya teras RSGM itu tempat yang oke bwat nongkrong. Dan ga cuma kita, semua anak FKG juga merasakan hal yang sama. Jadi kalau jam makan siang, teras itu rame banget sama anak-anak FKG yang makan siang. Udah kaya limpahan kantin hehehe..Kalau istilah sahabat-sahabat saya 'tempat nancep'. Jadi ibarat kata udh 'nancep', susah beranjak..hahaha..ada-ada ajah :p
Kalau dipikir-pikir...ga elit banget ya tempat nongkrong kita dulu?? Hihihi...
Oke, kembali ke acara nongkrong itu. Saya punya sahabat, let's call her Ucy, yang suka banget nunjuk siapa ajah yang dia suka, yang lewat di situ [saat kita duduk di teras itu] dan bilang 'Gw yakin itu jodoh gw!'
Ha??...Hal itu ga cuma sekali, tapi seringkali kepada orang berbeda. Dan dia selalu mengatakan hal itu dengan penuh keyakinan ..Hihihi..Tapi itu kelebihan Ucy, ia selalu yakin dengan apa yang dikatakannya. Ya, walaupun nanti ada koreksi, itu masalah nanti. Tapi lucunya seringkali koreksinya segera setelah pernyataan yang pertama selesai dikatakan hahaha..[That's why we call our club Gamangers!! Penuh kegamangan tapi tidak merugikan, well, at least try not to be harmful hehehe :p]
Jadi udah lebih dari 5 cowok yang ditunjuk sama si Ucy dan diklaim sebagai jodohnya. Hehehe..Dan saat dia ngomong gitu, pasti yang lain langsung bereaksi cepat. "Papaan lo?", "Buseet..pede banget lo neng!", "Udah gila kali ni anak satu!", sampai "Terserah elo deh, neng!" atau "Cowo mana lagi niy yg bakal jadi jodoh lo?"
Jadi besok-besoknya, kalau dia udah ngomong gitu, yang ada kita suka ga bisa berkata-kata. Kalau istilah Neng Pika 'Speakless' hehehe :D [By the way, Miss u a lot Pikaaaaa... :-*]
Tapi sebetulnya ga cuma di teras kampus ajah si Ucy suka ngomong gitu, di tempat lain juga sering. Apalagi kalau kita lagi main ke depok, nonton basket antar fakultas. Semakin banyak yang ditunjuk deh...Jadi mikir, apa ini efek kurangnya kaum pria di FKG ya? Jadi pas datang ke tempat ramai yang penuh cowok jadi blingsatan? Hahaha..I don't know..
Jadi dengan menghubungkan antara lagu I knew I loved you ini sama kebiasaan sahabatku yang satu itu, mestinya bukan hal aneh ya kalau kita ketemu seseorang yang belum kita kenal atau bahkan belum kita temui trus yakin kalau orang tersebut bakal jadi jodoh kita? Buktinya Savage Garden juga nyanyiin hal yang sama..hehehe
Nih, saya tulisin kutipan liriknya..
Maybe it's intuition
But some things u just don't question
Like in ur eyes
I see my future in an instant
And there it goes
I think I've found my best friend
I know that it might sound
more than a little crazy
But I believe
I knew I loved u before I met u
I think I dreamed u into life
I knew I love u before I met u
I've been waiting all my life
There's just no rhyme or reason
Only this sense of completion
And in ur eyes
I see the missing pieces
I'm searching for
I think I've found my way home
See?? It's romantic, isn't it?
Nah sekarang sahabat saya itu 'in relationship'. Masih 'fresh from the oven'...hihihi..Sahabat saya itu emang udah lama siy meninggalkan kebiasaan menunjuk seseorang sebagai jodoh dia. Tapi saya berharap, semoga ini bener jodohnya, tanpa harus nunjuk2 orang lain lagi..hehehe..Jodoh yang baik buat dia dunia akherat, lahir batin [naaah..klo ini istilah sahabat saya 'Uda', cowok paling ganteng seantero FKG..hihihi..want to know more bout him? Buka http://mamimendy.blogspot.com/2010/04/always-have-themlove-u-all.html]. Amiiiin..
Dan bwat yang belum menemukan jodohnya semoga lagu dan video clip ini bisa menginspirasi untuk terus bisa merasa romantis walaupun 'single'...hehehe
:D
Minggu, 11 April 2010
One Sweet Day
Today is one if the most beautiful day I've ever felt for the entire of my life. I said 'one of' because I believe there so many beautiful days will come.
I've been waiting for this day for almost 13 years. But, so sad my Dad isn't here to celebrate with us. This is one of his silent dreams.
After a very long and winding road, finally I can fulfill yours, Pa and mine of course :)
My tears kept falling at the ceremony. Especially when they sang 'Yang Terbaik Untukmu' by Ada Band. It's my favorite song. I saw my Mom crying too.
Thanks for everything, Mom. I dedicate this for u and papa. And I'll try to fulfill yours too. Because your happiness is my happiness.
Love u Ma, Pa
:-*
I've been waiting for this day for almost 13 years. But, so sad my Dad isn't here to celebrate with us. This is one of his silent dreams.
After a very long and winding road, finally I can fulfill yours, Pa and mine of course :)
My tears kept falling at the ceremony. Especially when they sang 'Yang Terbaik Untukmu' by Ada Band. It's my favorite song. I saw my Mom crying too.
Thanks for everything, Mom. I dedicate this for u and papa. And I'll try to fulfill yours too. Because your happiness is my happiness.
Love u Ma, Pa
:-*
Minggu, 04 April 2010
Kerudung
Sore tadi saya jalan-jalan ke sebuah pertokoan. Tak ada yang spesifik untuk dicari, saya hanya berniat untuk lihat-lihat saja [wanita! Hehehe...]. Namun sampai di sana, saya teringat untuk mencari kerudung yang senada dengan baju yang akan saya pakai minggu depan. Entah karena memang saya membutuhkannya atau karena tidak tahan melihat kerudung dalam berbagai warna menarik di toko langganan, akhirnya saya mampir ke toko itu.
Sewaktu sedang memilih warna pink yang sesuai dengan baju saya, saya mendengar wanita di sebelah saya bertanya-tanya kepada pelayan. "Ini apa sih, Mbak? Gimana makenya? Kok ada giniannya, buat apaan sih?" Si pelayan tampak bingung menjelaskannya. "Yaaa..bwat dipake, Mbak. Jadi daleman dalam kerudung." Kemudian wanita tersebut bertanya "Makenya gimana, Mbak?" Si pelayan menjawab, "Dipakein ajah ke kepala, trus talinya diikat buat ngencengin." Kemudian pelayan lain membawakan wanita itu sebuah kaca. Saya sempat melirik sekilas. Kemudian wanita tersebut bertanya, "Gini ya makenya? Bener ga, mbak?" Si pelayan tampak tidak sabaran ditanya-tanya seperti itu. Memang pelayan di toko langganan saya itu agak kurang ramah. Tetapi menurut saya barang di toko itu bagus-bagus dan harganya bersaing, serta tidak pasaran. Jadi saya selalu kembali berbelanja di situ. Karena mendengar wanita di sebelah saya bertanya-tanya terus namun kurang ditanggapi oleh si pelayan, saya yang saat itu sedang memilih dalaman kerudung menoleh ke wanita tersebut. Ternyata dia melihat saya dan tersenyum, sambil bertanya, "Mbak, gimana siy cara pakenya? Saya ga ngerti, belom pernah soalnya. Baru mau pakai." Kemudian saya memberi tahu cara memakainya. Ia terlihat sangat senang. Wanita itu juga bertanya apa bedanya dengan yang saya pegang. Kemudian saya menjelaskan bedanya. Saat saya memilih kerudung, ia ikutan memilih di sebelah saya sambil terus bertanya. "Saya ga ngerti, tapi saya pengen pake kerudung, mbak," ujarnya sambil milih-milih kerudung. Kami sempat ngobrol sebentar soal kerudung dan saya memberi tahu apa yang sebaiknya dimiliki jika mau memulai pakai kerudung sebelum akhirnya saya membayar belanjaan saya dan pamit dengannya.
Kejadian sore tadi mengingatkan saya waktu pertama kali saya mau pakai kerudung. Namun mungkin saya cukup beruntung. Waktu pertama kali saya mau beli kerudung, saya ditemani oleh adik kelas yang sudah lebih dulu memakai kerudung. Dengan sabar ia memberitahu apa yang harus dibeli sebagai awalan dan mengajari saya cara memakainya. Bahkan jauh sebelum itu, saat saya mengutarakan ada niatan memakai kerudung pada adik kelas saya yang lain, ia memberi saya kerudung sebagai kado ulang tahun saya. Sebuah kerudung putih yang manis dan bros serta kartu ucapan penuh doa darinya..[ah, diriku jadi rindu adik kelasku itu :)]. Saya sangat beruntung, karena pada saat saya ingin memakai kerudung, begitu banyak dorongan, penguatan yang saya dapat. Bahkan saat saya bimbang apakah saya bisa konsisten sampai akhir hayat [hal ini yang menjadi pertimbangan saya beberapa tahun belakangan sebelum akhirnya saya memutuskan untuk mengenakannya], saya mendapatkan jawaban yang sangat menyejukan hati dari seorang sahabat. Jawaban yang saya peroleh saat obrolan tengah malam kami yang semakin membulatkan tekad saya.
Hal ini menunjukkan lagi betapa beruntungnya saya. Ada yang sabar menemani dan mengajari saya dulu, sementara wanita dipandang sebal oleh pelayan karena terlalu ribut. Ada yang menguatkan hati ini saat saya bingung dan bertanya-tanya. Allah memang penyayang umat-Nya. Mungkin saya tidak bisa memberitahukan banyak hal kepada wanita tadi, seperti yang saya dapat dari sahabat-sahabat, saudara saya tapi saya berharap yang sedikit tadi bisa membantunya. Dan bisa membulatkan tekadnya juga.
Good Luck, miss :)
Sewaktu sedang memilih warna pink yang sesuai dengan baju saya, saya mendengar wanita di sebelah saya bertanya-tanya kepada pelayan. "Ini apa sih, Mbak? Gimana makenya? Kok ada giniannya, buat apaan sih?" Si pelayan tampak bingung menjelaskannya. "Yaaa..bwat dipake, Mbak. Jadi daleman dalam kerudung." Kemudian wanita tersebut bertanya "Makenya gimana, Mbak?" Si pelayan menjawab, "Dipakein ajah ke kepala, trus talinya diikat buat ngencengin." Kemudian pelayan lain membawakan wanita itu sebuah kaca. Saya sempat melirik sekilas. Kemudian wanita tersebut bertanya, "Gini ya makenya? Bener ga, mbak?" Si pelayan tampak tidak sabaran ditanya-tanya seperti itu. Memang pelayan di toko langganan saya itu agak kurang ramah. Tetapi menurut saya barang di toko itu bagus-bagus dan harganya bersaing, serta tidak pasaran. Jadi saya selalu kembali berbelanja di situ. Karena mendengar wanita di sebelah saya bertanya-tanya terus namun kurang ditanggapi oleh si pelayan, saya yang saat itu sedang memilih dalaman kerudung menoleh ke wanita tersebut. Ternyata dia melihat saya dan tersenyum, sambil bertanya, "Mbak, gimana siy cara pakenya? Saya ga ngerti, belom pernah soalnya. Baru mau pakai." Kemudian saya memberi tahu cara memakainya. Ia terlihat sangat senang. Wanita itu juga bertanya apa bedanya dengan yang saya pegang. Kemudian saya menjelaskan bedanya. Saat saya memilih kerudung, ia ikutan memilih di sebelah saya sambil terus bertanya. "Saya ga ngerti, tapi saya pengen pake kerudung, mbak," ujarnya sambil milih-milih kerudung. Kami sempat ngobrol sebentar soal kerudung dan saya memberi tahu apa yang sebaiknya dimiliki jika mau memulai pakai kerudung sebelum akhirnya saya membayar belanjaan saya dan pamit dengannya.
Kejadian sore tadi mengingatkan saya waktu pertama kali saya mau pakai kerudung. Namun mungkin saya cukup beruntung. Waktu pertama kali saya mau beli kerudung, saya ditemani oleh adik kelas yang sudah lebih dulu memakai kerudung. Dengan sabar ia memberitahu apa yang harus dibeli sebagai awalan dan mengajari saya cara memakainya. Bahkan jauh sebelum itu, saat saya mengutarakan ada niatan memakai kerudung pada adik kelas saya yang lain, ia memberi saya kerudung sebagai kado ulang tahun saya. Sebuah kerudung putih yang manis dan bros serta kartu ucapan penuh doa darinya..[ah, diriku jadi rindu adik kelasku itu :)]. Saya sangat beruntung, karena pada saat saya ingin memakai kerudung, begitu banyak dorongan, penguatan yang saya dapat. Bahkan saat saya bimbang apakah saya bisa konsisten sampai akhir hayat [hal ini yang menjadi pertimbangan saya beberapa tahun belakangan sebelum akhirnya saya memutuskan untuk mengenakannya], saya mendapatkan jawaban yang sangat menyejukan hati dari seorang sahabat. Jawaban yang saya peroleh saat obrolan tengah malam kami yang semakin membulatkan tekad saya.
Hal ini menunjukkan lagi betapa beruntungnya saya. Ada yang sabar menemani dan mengajari saya dulu, sementara wanita dipandang sebal oleh pelayan karena terlalu ribut. Ada yang menguatkan hati ini saat saya bingung dan bertanya-tanya. Allah memang penyayang umat-Nya. Mungkin saya tidak bisa memberitahukan banyak hal kepada wanita tadi, seperti yang saya dapat dari sahabat-sahabat, saudara saya tapi saya berharap yang sedikit tadi bisa membantunya. Dan bisa membulatkan tekadnya juga.
Good Luck, miss :)
Kamis, 01 April 2010
Saya Ingin Bahagia
Saya hobi browsing. Sebetulnya browsing bagian dari hobi membaca saya. Saya suka sekali membuka blog-blog lama, foto-foto di blog, situs pertemanan. Tulisan, foto serta komentar yang ada mengingatkan saya kembali hal-hal yang pernah terjadi dan selalu sukses mengundang senyum dan tawa saya.
Walaupun terkadang tulisan yang saya tulis saat itu memperlihatkan kesedihan saya saat itu, tetapi bisa membuat saya tertawa sekarang..
Saya pernah membahas masalah ini dengan seorang sahabat. Bagaimana kita bisa menertawakan kesedihan kita. Walaupun hal tersebut sangat menyakitkan. Saat kesedihan tersebut menimpa kita, seakan-akan dunia berhenti berputar untuk sesaat, kaki serasa tidak memijak tanah. Hanya tangis yang bisa terjadi karena tidak bisa berkata apa-apa. Speachless!!
Tetapi memang Allah penyayang umat-Nya. Ia tidak membiarkan kita berlama-lama dalam kesedihan. Dalam waktu singkat, kita dapat kembali rekoveri dan menggantinya menjadi sebuah senyuman bahkan menertawakan kesedihan yang terjadi. Terlepas apakah senyum tersebut terpaksa atau dari lubuk hati yang paling dalam, kebahagiaan selalu dimulai dari senyuman. Saya jadi ingat tulisan di buku yang saya baca. Di buku tersebut tertulis 'Jangan menunggu datangnya kebahagiaan untuk dapat tersenyum, tapi tersenyumlah agar anda bahagia'*
Saya tidak tahu apakah menertawakan kesedihan ini menunjukkan kematangan mental atau jiwa seseorang atau justru memperlihatkan ketidakstabilan mental seseorang [hehehe..balik ke kegamangan niy?!]. Tetapi yang saya tahu, saat kita bisa menertawakan kesedihan kita, semua beban, kesedihan itu hilang, menguap begitu saja. Begitu cepatnya menghilang, membuat kita lupa saya pernah sedih, sakit sebelumnya.
Mungkin ini yang dikatakan "It's about the mind set" kali ya? Tapi menurut saya 'life is about to choose'. It is all up to us.
And I choose to be happy!!
Have a happy long weekend folks
:D
*Tips: Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia - DR. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, M.A.
Walaupun terkadang tulisan yang saya tulis saat itu memperlihatkan kesedihan saya saat itu, tetapi bisa membuat saya tertawa sekarang..
Saya pernah membahas masalah ini dengan seorang sahabat. Bagaimana kita bisa menertawakan kesedihan kita. Walaupun hal tersebut sangat menyakitkan. Saat kesedihan tersebut menimpa kita, seakan-akan dunia berhenti berputar untuk sesaat, kaki serasa tidak memijak tanah. Hanya tangis yang bisa terjadi karena tidak bisa berkata apa-apa. Speachless!!
Tetapi memang Allah penyayang umat-Nya. Ia tidak membiarkan kita berlama-lama dalam kesedihan. Dalam waktu singkat, kita dapat kembali rekoveri dan menggantinya menjadi sebuah senyuman bahkan menertawakan kesedihan yang terjadi. Terlepas apakah senyum tersebut terpaksa atau dari lubuk hati yang paling dalam, kebahagiaan selalu dimulai dari senyuman. Saya jadi ingat tulisan di buku yang saya baca. Di buku tersebut tertulis 'Jangan menunggu datangnya kebahagiaan untuk dapat tersenyum, tapi tersenyumlah agar anda bahagia'*
Saya tidak tahu apakah menertawakan kesedihan ini menunjukkan kematangan mental atau jiwa seseorang atau justru memperlihatkan ketidakstabilan mental seseorang [hehehe..balik ke kegamangan niy?!]. Tetapi yang saya tahu, saat kita bisa menertawakan kesedihan kita, semua beban, kesedihan itu hilang, menguap begitu saja. Begitu cepatnya menghilang, membuat kita lupa saya pernah sedih, sakit sebelumnya.
Mungkin ini yang dikatakan "It's about the mind set" kali ya? Tapi menurut saya 'life is about to choose'. It is all up to us.
And I choose to be happy!!
Have a happy long weekend folks
:D
*Tips: Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia - DR. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, M.A.
Langganan:
Postingan (Atom)